Showing posts with label Friendship Stories. Show all posts
Showing posts with label Friendship Stories. Show all posts

24 November 2015

Posted by Vby Utami | File under : ,
Assalamualaikum Wr. Wb.

Wajah Ceria Nunung bersama Malaikat Kecilnya
Dear Nunung..
Apa kabar di Surga? Rayya dan Afif bagaimana? Tidak kewalahan ji jaga 2 anakmu yang lagi aktif-aktifnya bergerak? Oh iyya, Rayya beberapa hari yang lalu genap usianya 3 tahun di’? Saya liat ji postingannya Tuteng. Cantiknya kue ultahnya Rayya. Titip peluk untuk Rayya di Surga yaa. Maaf saya tidak punya kado selain doa terbaik untuk kalian sekeluarga.
Perayaan ulang tahun Rayya yang ke 3 tahun
Dear Nunung..
Bagaimana keadaan di Surga? Ada ji mall? Banyak ji tempat makan enak? Banyak ji teman barumu? Pertanyaanku ini kayak pertanyaan waktu kau pindah ke Masamba di’? Bedanya kau bisa ji pulang pergi Masamba-Makassar tetapi sekarang kau sisa tunggu ki’ di Surga. Pun tidak ada alat komunikasi semacam chatting atau video call. Satu-satunya alat komunikasi kita sekarang adalah doa yang tak pernah putus untuk kau dan kami yang masih diberi kesempatan untuk mengumpulkan amal baik sebelum menyusulmu di Surga.

Dear Nunung..
Bagaimana keadaan di Surga? Saya sudah tidak sabar mau ketemu. Terakhir kita ngobrol via telpon kau mau datang ke Makassar dan mencoba masakanku serta melihat tempat usahaku. Kalimat yang melekat betul dalam ingatanku itu ketika kau bilang,”Wee Ve’. Mana mi itu ayam Macoraku gang? Mau ka’ datang nanti ini dalam waktu dekat, harus ka’ cobai.” Saya menimpalinya seraya bercanda,” Iyya, pokoknya saya bikinkan yang paling special untuk kau ini. Biar berapa kau makan.” Nung.. Kenapa kau tidak singgah ke Makassar dulu lalu ke Surga? Setidaknya kau sudah coba ayam dan sambel buatanku. Setidaknya kau sudah akui kalau saya bisa mi masak.

Dear Nunung..
Saya tahu, saya ini bukan sahabat yang sempurna tapi persahabatan kita yang menyempurnakan semuanya. Geng ta’ dari SMP sampai sekarang itu ada si kembar Davi dan Reza yang (mengaku) cakep dan idola para wanita, ada Sofi yang berhati lembut tapi pecicilan, ada Vhia si emak-emak hebat, ada Agung yang cueknya luar biasa sama hidupnya sampai sampai capek maki nasehati, dan saya.. saya adalah sahabatmu yang paling jarang bisa ikut ngumpul, paling (sok) sibuk, paling sering bikin kau sedih ketika kau pulang ke Makassar dan saya punya kesibukan lain.
(ki-ka) Agung, Saya, Sofi, Nunung, Reza (atas) | Formasi yg tidak lengkap
Dear Nunung..
Andai kau tahu, hal yang paling menyakitkan ketika kalian ngumpul dan saya tidak ada atau saya ada tapi salah satu di antara kita tidak ada.

Dear Nunung..
Bisakah saya meminta satu kali lagi kita ngumpul secara lengkap? Di hari pernikahanku kelak? Kau sudah berjanji, bukan? Ah.. percakapan itu ternyata percakapan terakhir kita!

(atas) Status Nunung di Path beberapa bulan sebelum kepergiannya | (bawah) Foto pernikahan Davi

Dear Nunung..
Ada satu hal lain yang paling saya sesalkan. Saya terkena kram perut akibat tamu bulanan ketika kau berniat menjemput. Tanggal 7 Agustus, sekitar jam 8 malam akhirnya kau langsung ke kedai sushi milik Ana dan Ayu tapi ternyata mereka tidak ada di tempat. Pencarianmu tidak sampai di situ, kau mendatangi Tuteng di rumah sakit bersalin yang sebentar lagi akan brojol. Sayangnya, kau tidak bisa menemuinya. Malam itu, rupanya kau berusaha “berpamitan” dengan INSAV (geng kita waktu SMA sampai sekarang).

Dear Nunung..
Bagaimana di Surga? Apakah kau memiliki sahabat-sahabat baru di sana? Atau mungkin kau sudah membentuk geng persahabatan juga? Saya tidak akan cemburu kok! Sebab saya tahu, persahabatan yang telah kita jalin tak akan pernah tergantikan, sampai kapanpun.
Sebuah pertandakah?
Dear Nunung..
Kepergianmu bagaikan pukulan yang menghujam langsung ke jantungku.
Kepergianmu memberi luka dan duka yang begitu mendalam.
Tetapi kepergianmu pula yang mengingatkanku akan kematian yang begitu dekat dan tak mengenal waktu.
Mengingatkanku akan selalu patuh dan taat kepadaNya.
Mengingatkanku bahwa dunia adalah tempatnya mencari amalan-amalan baik sebagai pertimbangan untuk masuk di SurgaNya yang abadi.

Dear Nunung..
Beristirahatlah dengan tenang. Tunggu saya di Surga. Banyak hal yang harus kau dengar langsung tanpa harus mengirimimu surat yang tak pernah sampai ini..

Dear Nunung..
Saya rindu.. :')

Wassalam..

In memoriam..
Wafat Jumat, 2 Oktober 2015

Nurul Fatimah Muhajir
Rayya Adawiah Karimah
Muhammad Rafli Afif

Korban kecelakaan pesawat Aviastar yang jatuh di Gunung Pajaja, Dusun Gamaru, Desa Ulu Salu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Rute penerbangan dari Bandara Andi Djemma Masamba menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar pukul 14.25 Wita yang mengangkut 7 penumpang dan 3 kru pesawat.
Innalillahi wa innailaihi rajiun 

26 May 2011

Posted by Vby Utami | File under :

Tidak seperti biasanya, setelah pulang kuliah saya langsung pulang tapi siang itu saya memutuskan untuk menemui Jack dan Indri di Mall Panakkukang..

Setelah capek berkeliling dan membeli beberapa benda, saya dan Jack makan siang di Solaria.. Huu.. lagi-lagi saya harus mengurut betis karena makanan itu!

Tiba-tiba, Indri datang dengan begitu tergesa-gesa. Awalnya kami pikir dia pasti lapar dan segera ingin memesan makanan, tapi ternyata tidak.

Indri membawa berita duka bahwa salah satu teman SMA kami tertembak dalam tugasnya. Saya sama sekali tidak percaya karena Indri berbicara sambil tertawa geli.

Nih orang serius atau nggak yah?? >,<

Segera ku raih HP dan online.. Timeline Twitter penuh dengan pemberitaan itu, Status Facebook teman-temankupun tak mau kalah.

Kini, saya semakin yakin bahwa Polisi yang tertembak itu, temanku!

Rabu, 25 Mei 2011

Alm. Bripda Andi Irbar Prawiro saya kenal sejak SMP di SMP Negeri 7 Makassar dan setelah lulus kami bertemu lagi di SMA Negeri 4 Makassar. Tidak cuma itu, saya dan Irbar sama-sama anggota Pasukan Delapan (PasDel), Paskibra SMAN 4 Makassar. Walaupun saya tidak begitu dekat dengannya, Irbar adalah pribadi yang baik. Terbukti dengan cita-citanya yang mulia yaitu menjadi seorang Polisi. Cita-cita itu pulalah yang membawa Irbar kepangkuan Ilahi..

Selamat Jalan Kawan...
Tak banyak kata yang mampu mewakili perasaan kehilangan kami..
Hanya doa yang terpatri...
"Semoga amal ibadahmu diterima dan diberi tempat yang mulia disisi Allah., Amien.."

"Sekali lagi., Selamat Jalan Kawan!!"
"Engkau pergi sebagai pahlawan yang gugur dimedan perang"

25 April 2010

Posted by Vby Utami | File under : , ,
Roti Canai
(Catatan yg telat diposting.. hehe.. :D)

Senin malam yang sedikit suntuk. . =(
Ada janji yg yg tidak terlaksana. .
Huft. .

Menghibur diri dengan mencari tempat makan. .
Dengan menggunakan motor pinjaman, sy pun berkeliling disekitar jln perintis kemerdekaan (jalan yg selalu kita lalui ketika hendak ke SPUP). . =)

Mata sy tertuju ke "Kedai Roti Canai". .
Kedai yg berukuran tidak terlalu besar. .
Juga tidak terlalu ramai oleh pengunjung. .
Sy jd penasaran. .
Pikiran bawah sadar sy langsung memerintahkan setir motor sy utk singgah. .
Rem mendadak. . . Kkiiiiikkkkk. . . hussh. . .
Sy nyaris tertabrak oleh motor yg berada tepat dibelakang sy. .

Pisss*
Sy yg salah. .
Hehehe. . . =)

Untung dia tak marah. .
Rasa kaget membuat perut sy makin lapar. . =)

Dengan sigap sy memarkir motor tepat di depan kedai itu. .
"Kedai Roti Canai"

Sepi. .
Hanya 1 meja yg terisi oleh beberapa org, yg tampaknya mahasiswa. .
Sy memilih kursi paling pojok. .

Huft. . Daftar Menu yg agak ribet. . (nggak ngerti menunya) =)
Setelah beberapa menit berfikir., sy pun memesan "Roti Canai Telur + Teh'O Panas"

Suasana sepi berubah sedikit gaduh. .
Meja yg telah terisi td ternyata Mahasiswa Malaysia. .
Sy bisa menebak krn mendengar dialek mereka yg sangat kental. .

Sedikit gaduh oleh canda tawa mereka. .
Tak terasa, sy pun ikutan tersenyum. . =)

Sejenak. , Roti Canai terlupakan. .
Pilot otomatis (pikiran bawah sadar,red) tertuju kepada "Kalian". .
Pelupuk mataku pun berubah. , terisi oleh air bening yg sedikit lagi akan tumpah. .
Yaa. . Emosi tak tertahankan. ,

"Vby sangat sangat sangat. . . kangen Kalian"

Melihat canda tawa Mahasiswa Malaysia itu. ,
Membawaku ke alam khayal. .
Membawaku merasa berada di antara kalian. .
Membawaku dimasa "Kita Gila-gilaan". .
Membawaku dimasa "Kita merasakan arti memiliki satu sama lain". .

Teringat pula 2 hari yang lalu, ketika sy camping di pinggir tebing. .
Sy begadang sampai jam 4 subuh. , hanya utk lihat bintang. . =)
Banyak bintang bertaburan. .
Sy nggak mau melewatkannya. .
Masa itu pun mengingatkan sy ketika kita berada di "Pulau Khayangan dan Bone"

Setiap langkahku. .
Teringat akan kalian. .
(Ini bukan berlebihan, tapi ini merupakan suara hati sy). .
Hehehe. . =)

Lamunanku buyar mencium aroma "Kari & Roti Canai Telur". .
Hemmm. . . enaknya. . . :)'

Kalian mau. ,nggak??
Come here!! Vby traktir. ,degh. . =)

24 April 2010

Posted by Vby Utami | File under : ,
Kisah Sang Bintang
Pada suatu malam seperti hari sebelumnya, hujan turun membasahi halaman rumahku yang sempit. .
Aku seorang diri lagi. . =(
Aku tak tahan dan bertanya pada langit. .

“Langit!! Mengapa engkau tak menampakkan bintangmu?”
“Apakah mereka sudah lengah?”

Langit tetap saja terdiam

“Langit!! Tolong jawab pertanyaanku!!”
“Mengapa engkau diam saja??”
“Akankah engkau juga tak peduli?”

Aku ulangi pertanyaan itu hingga pipi meronaku basah, bukan karena air hujan tapi air mata yang tak dapat dibendung sedari tadi. .
Tiba-tiba. .
Suara lirih datang menyapa. .

“Mengapa engkau begitu marah kepadaku??”
“Ahh. .!? Engkaukah itu Sang Bintang??”
“Yaa. .Ini aku?! Sang Bintang yang tak pernah berniat meninggalkanmu barang sedikit pun. .”
“Mmmana mungkin? Engkau baru saja meninggalkanku! Engkau jahat!”
“Haha. . Jahat? Apa buktinya?”
“Buktinya sudah cukup jelas, beberapa hari ini aku sering menunggumu di sini, berharap engkau datang menghibur dan menemani malamku. .”
“Haha. .”
“Mengapa engkau tertawa? Engkau senang melihat aku menderita tanpamu?”
“Wahh. .bukan itu maksud aku. . Aku juga sangat merindukan senyumanmu! Sumpah!!”
“Lalu? Jika rindu, mengapa tak datang? Bukankah itu lebih baik?”
“Kan ada hujan yang menemani malammu? Bukankah engkau pun menyukai hujan? Bukankah selama ini hujan selalu membuatmu ceria? Bukankah setelah hujan akan ada pelangi yang selalu menghiasi langit? Bukankah engkau sangat mengagumi pelangi? Hujan dan pelangi juga kawanku. .”
“Mmmm. . .”
“Sayang. . Aku tak pernah meninggalkanmu. . Aku selalu ada untukmu, selalu ada di dekatmu walau pun engkau tak pernah melihatku. . Yaa. . engkau tak pernah melihatku karena awan menutupiku. . Tapi aku melihatmu di balik awan itu, dan jika engkau bisa mengontrol perasaanmu, engkau pun bisa melihatku. . Dan kita pastinya dapat bermain bersama. . “
“Kalau begitu, hapus saja awannya! Biar tak ada penghalang diantara kita. .”
“Sekali lagi, Engkau masih menggunakan egomu sayang. .”
“Mmmmm. . .??”
“Tahukah engkau, mengapa ada rongga diantara paru-parumu? Agar engkau bisa bernafas lega. . Atau mengapa harus ada spasi diantara kata per kata yang engkau tuliskan? Agar tulisanmu indah, bisa dibaca dan mempunyai makna. . Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayangi bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang saling berdekatan, tapi ia tak ingin saling mencekik, jadi ulurlah tali itu. . Jiwa tidaklah dibelah tapi bersua dengan jiwa lain yang searah, jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang. . Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat karena aku ingin seiring dan bukan digiring. . Yaa. . seperti itulah kita. . Kali ini, engkau akan paham akan kata-kataku sayang. .”

Sejenak aku tertegun. .
Sang Bintang begitu sayang padaku. .
Walau terpisah oleh jarak. . Sang Bintang tetap memperhatikanku. .

“Yaa. . Kali ini aku paham! Jarak itu, rongga itu, spasi itu. , semua bermakna. . Terima kasih Bintang, engkau memang penerang bagi hidupku. .”
“You are welcome! Aku ada karena engkau ada kan. .?” =)
“So? Apa yang akan kita lakukan?”
“Bagaimana kalau kita bernyanyi? Mengikuti irama hentakan hujan?”
“Wahh. . Good idea!! Dan setelah itu, keesokan harinya, aku akan melihat pelangi menyambut pagi. . Itu akan membuat hariku semakin berwarna. .”
“Ingatlah sayang. . Sang Bintang tak akan pernah meninggalkanmu. . Tak pernah tidur. . Selalu melihatmu di siang dan malam. . Selalu menjagamu walau engkau tak sadar. . Kerlipan itu hanya untukmu. .”